int dah;
  • HOME
  • MENU1
  • MENU2
    • MENU 1
      • Sub Menu
      • Sub Menu
    • MENU 2
      • Sub Menu
      • Sub Menu
  • MENU3
  • MENU4
  • PAGE ERROR
Home Pemrograman Terstruktur REVIEW MATERI PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
Pemrograman Terstruktur
2/16/2020

REVIEW MATERI PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

MATERI 1

   Pengenalan Pemrograman C++


Bahasa Pemrograman C++ adalah bahasa Pemrograman Komputer Tingkat Tinggi (High Level Language), tapi C++ juga dimungkinkan untuk menulis Bahasa Pemrograman Tinggkat Rendah (Low Level Language) di dalam pengkodingan.

karena C++ merupakan peluasan dari Bahasa Pemrograman C yang tergolong dalam Bahasa Pemrograman Tingat Menengah (Middle Level Language), yang berarti Bahasa Pemrograman C++ memiliki semua fitur dan kelebihan yang bahasa pemrograman C miliki, termasuk kelebihan Bahasa C yaitu kita dimungkinkan untuk menggunakan Bahasa Pemrograman Assembly di dalam pengkodingan C, dan juga menyediakan fasilitas untuk memanipulasi memori tingkat rendah.

C++ adalah peluasan dan penyempurnaan dari bahasa pemrograman sebelumnya yaitu bahasa C, oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1980. Awal C++ mempunyai nama yaitu “C with Classes” dan berganti nama menjadi C++ pada tahun 1983. Bjarne Stroustrup membuat bahasa pemrograman C++ dengan tambahan fasilitas, yang sangat berguna pada tahun itu sampai sekarang, yaitu bahasa pemrograman yang mendukung OOP (Object Oriented Programming).

Jadi dengan memahami bahasa C, kamu akan mudah memahami bahasa-bahasa yang lainnya.

Berikut ini beberapa keuntungan belajar bahasa C:

  • Kita akan mudah memahami bahasa pemrograman yang lain, karena sintaknya hampir sama dengan C.
  • Bahasa C mudah dipelajari, cocok untuk pemula;
  • Bahasa C bisa digunakan di berbagai macam platform (Windows, Linux, MacOS, Android);
  • Bahasa C masih digunakan hingga saat ini; Dll.


berikut ini merupakan contoh progam C++. :

contoh Program C++ sederhana


MATERI 2

PERCABANGAN IF 

Terdapat 3 Percabangan dalam IF yaitu If,If Else dan If dalam If
Percabangan if merupakan percabangan yang hanya memiliki satu blok pilihan saat kondisi bernilai benar. Percabangan if/else merupakan percabangan yang memiliki dua blok pilihan. Blok pilihan pertama untuk kondisi benar, dan pilihan kedua untuk kondisi salah (else). Sedangan If dalam If adalah percabangan yang memiliki lebih dari dua blok pilihan.

Coba perhatikan flowchart berikut ini:
Flowchart tersebut dapat kita baca seperti ini:

“Jika total belanja lebih besar dari Rp 100.000, Maka tampilkan pesan Selamat, Anda dapat hadiah”

Kalau dibawah Rp 100.000 bagaimana?

Ya pesannya tidak akan ditampilkan.

Contoh Program If Else Menentukan Tahun Kabisat
  #include 
    using namespace std;
    int main(){
      int tahun;
      cout << "Masukkan tahun: ";
      cin >> tahun;
      if (tahun%400 == 0){
        cout << tahun << " Merupakan Tahun Kabisat\n";
      } else if(tahun%100 == 0){
        cout << tahun << " Bukan Tahun Kabisat\n";
      } else if(tahun%4 == 0){
        cout << tahun << " Merupakan Tahun Kabisat\n";
      } else {
        cout << tahun << " Bukan Tahun kabisat\n";
      }
      return 0;
    }

MATERI 3

Materi Switch Case
Selain menggunakan pernyataan If, C++ juga menawarkan kepada kita untuk dapat melakukan percabangan (pemilihan) dengan menggunakan pernyataan Switch-Case.

Sama seperti pernyataan If-Else, pernyataan Switch-Case juga merupakan pernyataan yang digunakan untuk menjalankan salah satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, Namun penggunaan pernyataan Switch-Case lebih sempit, karena perintah ini haya digunakan untuk memeriksa data yang bertipe integer atau karakter.

Struktur Switch-Case
Bentuk umum penggunaan pernyataan Switch-Case adalah sebagai berikut:
 
 switch(ekspresi){

     case nilai_konstanta1:

          Statemen_atau_Perintah;

          break;

     case nilai_konstanta2:

          Statemen_atau_Perintah;

          break;

     case nilai_konstanta3:

          Statemen_atau_Perintah;

          break;

     .....

     case nilai_konstantaN:

          Statemen_atau_Perintah;

          break;

     default:

          Statemen_alternatif;

}


Seperti yang sudah disinggung diatas, tipe data dari nilai_konstanta pada struktur pernyataan switch-case harus berupa tipe ordinal, seperti bilangan bulat atau karakter. Selain itu statemen default: pada struktur switch-case berguna untuk mengeksekusi statemen alternatif, yaitu jika nilai yang kita masukkan ternyata tidak sesuai dengan nilai-nilai konstanta yang telah didefinisikan. Sedangkan statemen break pada struktur switch-case digunakan untuk menunjukan bahwa perintah siap keluar dari struktur switch-case. Jika pernyataan break tidak ada, maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan berikutnya. Sehingga setiap pilihan akan di cek dan dijalankan jika syarat nilai konstanta terpenuhi, termasuk statemen default juga akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak memiliki pernyataan break.

Contoh Program dengan Struktur Switch-Case
Berikut ini adalah contoh program yang mengimplementasikan konsep percabangan dengan menggunakann Pernyataan (statemen) Switch-Case. Dalam contoh ini, kita akan membuat program yang dapat menentukan nama hari dari nilai bilangan (nomor hari) yang di inputkan. Kode programnya dapat dilihat di bawah ini.
 
 #include <iostream>

using namespace std;

int main(){

       int nrhari;

     cout<<"Masukkan nomor hari (1 -> 7) : ";

     cin>>nrhari;

     switch(nrhari){

          case 1:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah SENIN";

               cout<<"\nMeskipun SENIN Tetap Semangat Ya";

               break;

          case 2:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah SELASA";

               cout<<"\nSemangat Untuk Hari SELASA";

               break;

          case 3:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah RABU";

               cout<<"\nUdah Hari RABU, Tetep Produktif Ya";

               break;

          case 4:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah KAMIS";

               cout<<"\nOrang Manis Terlahir Dihari KAMIS";

               break;

          case 5:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah JUMAT";

               cout<<"\nUdah Hari JUMAT, Siap Mudik ?";

               break;

          case 6:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah SAPTU";

               cout<<"\nHari SAPTU Mau Liburan Kemana ?";

               break;

          case 7:

               cout<<"\nHari ke-"<<nrhari<<" adalah MINGGU";

               cout<<"\nMari Tidur Seharian di Hari MINGGU";

               break;

          default:

               cout<<"\nTidak terdapat nama hari ke-"<<nrhari;

               cout<<"\nMungkin Kamu Kurang Piknik";

     }



     return 0;

}


Output :



Pada program diatas, saat kita memasukkan nilai yang lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari 7, maka program akan mengeksekusi statemen yang terdapat pada pilihan default.

MATERI 4

Materi Perulangan For
Pernyataan pengulangan FOR adalah pernyataan yang dapat memanipulasi aliran pengeksekusian CPU dan memungkinkan kita untuk membuat program yang berjalan dengan dinamis berdsarkan keinginan pengguna. Pernyataan pengulangan FOR berfungsi untuk melakukan pengeksekusian beberapa pernyataan secara berulang-ulang. Dan merupakan pernyataan pengulangan yang sangat umum dan sering digunakan oleh para programmer C++.

Secara garis besar pernyataan FOR dan WHILE memiliki fungsi dan kerja yang mirip tapi. Jika dalam pernyataan WHILE dibutuhkan satu ekspresi sebagai conditional expression yang bertugas untuk penentu jalanya pengulangan. Dan hal tersebut adalah perbedaan antara FOR dan WHILE.

FOR adalah pernyataan pengulangan yang dikhususkan untuk pengulangan yang secara tepat mengetahui berapa kali pengulangan akan terjadi.

Bentuk Penulisan :

 
for (init-statement; condition-expression; end-expression){

   Pernyataan;

}


Untuk membuat pernyataan FOR dibutuhkan keyword “for” untuk memulainya, diikuti dengan 3 ekspresi di dalam tanda kurung. Setiap ekspresi dipisahkan dengan tanda titik koma ( ; ). Ketiga ekspresi tersebut digunakan untuk penentu jalanya pengulangan, masing-masing memiliki peran yang berbeda.

init-statement umumnya adalah tempat dimana sebuah variabel didirikan dan diinisialisasi. Karena tempat itu adalah tempat yang akan dievaluasi satu kali ketika pernyataan FOR dimulai.

condition-expression adalah sebuah ekspresi penentu jalanya pengulangan, yang merupakan bilangan Boolean atau operasi yang menghasilkan bilangan Boolean. Jika ekspresi bernilai 1 (true) maka pengulangan akan terjadi tapi jika bernilai 0 (false) maka pengulangan akan berhenti atau pengulangan for akan diabaikan.

end-expression adalah tempat dimana sebuah operasi penaikan atau penurunan dari variabel pada init-statement. Setelah pernyataan di badan pengulangan for dilakukan maka end-expression akan dievaluasi.

Dan di dalan badan pengulangan for terdapat beberapa pernyataan sebagai perintah atau aksi yang harus dilakukan oleh CPU jika pengulangan terjadi. Jika terdapat banyak pernyataan maka diwajibkan untuk mengurungnya dengan sepasang tanda kurung kurawal, jika hanya terdapat satu pernyataan kita bisa untuk tidak menggunakan sepasang tanda kurung kurawal.

 
#include <iostream>

using namespace std;

main (){

    int a;

  

    cout <<"Masukkan Ordo Matrix = ";cin>>a;

    int matrikA[a][a], matrikB[a][a], matrikC[a][a];  

  

    for (int x=0; x<a; x++){

        for (int y=0; y<a; y++){

            cout <<"Masukkan Nilai Matrix A baris "<<x+1<<" Kolom "<<y+1<<" = ";

            cin >>matrikA[x][y];

        }

    }



    cout <<"Matrix A"<<endl;

    for (int x=0; x<a; x++){

        for (int y=0; y<a; y++){

            cout <<matrikA[x][y]<<" ";

        }

        cout <<endl;

    }

}



Di atas adalah contoh penggunaan pernyataan for. Program di atas akan menampilkan Ordo Matriks.

MATERI 5

Array

Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array(isi), yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.

Antara satu Variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan Subscript
Sebuah subscript berupa bilangan di dalam Kurung siku […]
Melalui subscript inilah masing-masing elemen array dapat diakses.

Sebagai contoh, misalkan terdapat array A yang memiliki 10 buah elemen nilai yang bertipe integer, maka kita dapat mereprentasikannya dengan gambar berikut.
Terdapat dua cara umum dalam mendeklarasikan variabel array :

1. Mendeklarasikan variabel array, tanpa memasukkan nilai ke dalam variabel tersebut:

int nomor [6] ;

2. Mendeklarasikan variabel array, dengan memasukkan nilanya sekaligus ke dalam variabel tersebut:
int nomor [6] = { 10, 14, 28, 20, 23, 9 } ;

Macam-macam array dapat dibedakan menjadi :

1. Array berdimensi satu
Yaitu data-data akan disimpan dalam satu baris array, sehingga hanya dibutuhkan satu pernomoran indeks.
Misalkan kita ingin membuat program untuk mencari nilai rata-rata dari 5 buah data nilai yang diinputkan oleh user. Tanpa menggunakan array, maka programnya adalah sebagai berikut :

 
#include <iostream>

using namespace std;

main (){

float nilai1, nilai2, nilai3, nilai4, nilai5;

float jumlah, rata2;

cout<<“Program Menghitung Nilai Rata-rata”<<endl;

cout<<“Masukkan nilai ke 1 : “;

cin>>nilai1;

cout<<“Masukkan nilai ke 2 : “;

cin>>nilai2;

cout<<“Masukkan nilai ke 3 : “;

cin>>nilai3;

cout<<“Masukkan nilai ke 4 : “;

cin>>nilai4;

cout<<“Masukkan nilai ke 5 : “;

cin>>nilai5;

jumlah = nilai1 + nilai2 + nilai3 + nilai4 + nilai5;

rata2 = jumlah / 5;

cout<<“Nilai rata-rata adalah “<<rata2<<endl;

}

Pada program di ATAS kita memerlukan 5 buah variabel yang berbeda-beda untuk menyimpan 5 buah nilai. Bisa dibayangkan kesulitan yang dihadapi jika kita harus memproses data yang lebih banyak.

2. Array Berdimensi Dua
Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks
Array berdimensi dua memberikan kita kesempatan untuk menyimpan data baik dalam bentuk baris maupun dalam bentuk kolom. Oleh karena itu dibutuhkan dua buah nilai indeks.
Bentuk umum dalam mendeklarasikan array berdimensi dua adalah sebagai berikut :
tipe data namaVariabel [jumlah_baris] [jumlah_kolom]
Bentuk tabel diatas dapat dituangkan dalam bentuk array berdimensi dua dengan pendefinisian sebagai berikut :

Pada pendefinisian diatas :
3 menyatakan jumlah baris (mewakili jurusan)
4 menyatakan jumlah kolom (mewakili tahun kelulusan)

Contoh pengaksesan :
data_lulus[1][2] = 5;
Artinya, memberikan nilai 5 ke baris 1 kolom 2 (baris dan kolom dimulai dari 0).
cout<<data_lulus[1][2];
Artinya, menampilkan elemen data_lulus dengan subscript pertama (baris) berupa 1 dan subscript kedua (kolom) berupa 2.

Contoh Array Berdimensi dua
 

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int Nilai[4][3];
int pilih, i;
// memasukkan data ke dalam array berdimensi dua
Nilai[0][0] = 5; // nilai Nobita minggu ke 1
Nilai[0][1] = 3; // nilai Nobita minggu ke 2
Nilai[0][2] = 2; // nilai Nobita minggu ke 3
Nilai[1][0] = 72; // nilai Suneo minggu ke 1
Nilai[1][1] = 88; // nilai Suneo minggu ke 2
Nilai[1][2] = 60; // nilai Suneo minggu ke 3
Nilai[2][0] = 90; // nilai Shizuka minggu ke 1
Nilai[2][1] = 100; // nilai Shizuka minggu ke 2
Nilai[2][2] = 85; // nilai Shizuka minggu ke 3
Nilai[3][0] = 55; // nilai Giant minggu ke 1
Nilai[3][1] = 76; // nilai Giant minggu ke 2
Nilai[3][2] = 46; // nilai Giant minggu ke 3
// menampilkan nilai
while (1)
{
cout << “(0 = Nobita, 1 = Suneo, 2 = Shizuka, 3 = Giant)\n”;
cout << “Nama Siswa (masukkan kode angka) : “; cin >> pilih;
if ((pilih == 0) || (pilih == 1) || (pilih == 2) || (pilih == 3))
break; //keluar dari loop-while
}
cout << “\nNama Siswa : “;
if (pilih == 0) cout << “Nobita\n”;
if (pilih == 1) cout << “Suneo\n”;
if (pilih == 2) cout << “Shizuka\n”;
if (pilih == 3) cout << “Giant\n”;
for (i = 0; i < 3 ; i++)
{
cout << “Minggu ” << i+1 << ” : ” << Nilai[pilih][i] << “\n”;
}
getch();
return 0;
}

Output Data
(0 = Nobita, 1 = Suneo, 2 = Shizuka, 3 = Giant)
Nama Siswa (masukkan kode angka) : 2
Nama Siswa : Shizuka
Minggu 1 : 90
Minggu 2 : 100
Minggu 3 : 85

MATERI 6
Record
Record atau Struct dalam bahasa C++ banyak digunakan untuk menyimpan data dalam jenis yang banyak. Dalam pemrograman, Record digunakan untuk membuat sebuah tipe data baru yang kita inginkan, dalam hal ini, Record mempunyai dua struktur, yaitu Record yang mewakili "baris" dan field yang mewakili "kolom".

Berikut Pengertian Secara Teori :

Record adalah suatu tipe data yang merupakan gabungan dari 2 (dua) atau lebih field/variabel. Dalam tabel database sebuah record akan mewakili sebuah baris (row) sedangkan field/variabel adalah merupakan kolom (column). Syntax atau bentuk dasar pendefinisian record di dalam pemrograman C/C++ adalah sebagai berikut :

struct <namatipe>
{
    <typedata1> <namavar1> [, <namavar2> [, … ] ; [ 
    <typedata2> <var1> [, <var2> [, … ] ;
    [ ... ]]
};
Contoh Program


#include <iostream>
#include <string.h>
typedef struct
{ int tanggal, bulan, tahun;
} data_tanggal tgl_lahir;
typedef struct
{ char nama[30];
data_tanggal tgl_lahir;
{ data_rekan;
data_rekan info_rekan;
int main()
{
strcpy(info_rekan.nama,”Budi”);
info_rekan.tgl-lahir.tanggal = 30;
info_rekan.tgl_lahir.bulan = 4;
info_rekan.tgl_lahir.tahun = 2002;
cout << “Nama   : “ <<info_rekan.nama;
cout << “\nTanggal Lahir :”;
cout << “-“ << info_rekan.tgl_lahir.bulan;
cout << “-“ << info_rekan.tgl_lahir.tahun;
}

MATERI 7

Fungsi (Function)
Function (dalam bahasa Indonesia adalah Fungsi). Function adalah sebuah struktur, Pengelompokan yang mengandung sekelompok pernyataan yang akan dilaksanakan oleh CPU jika nama function tersebut dipanggil untuk dieksekusi, kecuali untuk function utama yaitu int main() yang akan dieksekusi secara otomatis.

Sebelumnya kita sering meilihat tanpa mengerti int main() pada contoh program yang pernah penulis berikan. Pada setiap program pasti memiliki satu function utama dan merupakan awal dari program berjalan atau CPU melakukan eksekusi dari sekelompok pernyataan yang diberikan, semua itu akan di mulai dari function int main(), function tersebut merupakan function utama yang akan menjadi kepala dari program dimana semua eksekusi pernyataan berawal.

Bisakah anda bayangkan melakukan pemrograman sebuah program yang sangat-sangat besar dan memerlukan pernyataan yang sangat panjang, apa lagi jika sebuah proses mempunyai banyak pernyataan dan dibutuhkan tidak hanya sekali, itu pasti akan membuat anda pusing jika di dunia ini tidak ada function. Maka, disini Function sangat membantu kita untuk membuat pengelompokan pernyataan berdasarkan tugas, proses atau katagori. Ketika kita membutuhkan kelompok pernyataan tersebut kita cukup memanggil nama function tersebut.

Bentuk Umum Penulisan

tipe nama (parameter1, parameter2, …){

    Pernyataan
}

Keterangan :

Tipe = adalah sebuah return type/data type dari Function, function dapat memiliki nilai di saat akhir hidup dari function dan hal itu disebut pengembalian nilai. beberapa function dapat mengembalikan nilai hasil operasi yang dilakukan di dalam function tersebut. tapi juga ada function yang tidak akan mengembalikan nilai dari operasi di dalam function tersebut, untuk membuat function tanpa melakukan pengembalian nilai kita bisa menggunakan tipe data void, jika berniat membuat function yang dapat mengembalikan nilai, sesuaikanlah tipe data dengan tipe nilai yang akan dikembalikan

Nama = nama atau identifier, adalah sebuah identitas atau nama dari function tersebut.

Parameter = kita dapat mengkosongi jika tidak membutuhkan. Parameter adalah pemesanan memori untuk menyimpan argumen yang berisi nilai disaat pemanggilan function. parameter tersebut akan bersifat lokal bagi function tersebut, tidak bisa digunakan diluar function. Kita bisa membuat parameter lebih dari satu, dan masing-masing parameter akan dipisah dengan tanda koma.

Pernyataan = adalah tempat dimana pernyataan-pernyataan di tulis. Semua itu Berada di tengah-tengah { dan }.

Contoh Penulisan:



//Tanpa Parameter

void cetakPesan (){

    cout<<”Belajar Function C++”;

}

//Dengan Parameter

Int tambah (int a, int b){

    return a+b;

}

Pada contoh pertama merupakan contoh yang menunjukan bentuk function tanpa menggunakan parameter dan tanpa pengembalian nilai. Lalu pada contoh kedua merupakan contoh menggunakan dua parameter yang dipisahkan dengan tanda koma ,. pada baris ke satu dari function yang memiliki parameter terdapat return a+b; akan memberi hasil penjumlahan dari dua parameter a dan b kepada function sebagai nilai return. sehingga ketika kita memanggil function itu akan memberikan nilai hasil proses penjumlahan tersebut.

Contoh Program


//Deklarasi dan Pemanggilan Function

#include <iostream>

using namespace std;

int result;

void cetakPesan (){

    cout<<"Belajar C++"<<endl<<endl;

}


int tambah (int a, int b){

    result = a+b;

    //atau kita bisa menggunakan return

    return a+b;

}

int main () {

    cetakPesan();

    cout<<"tambah(5,6) = "<<tambah(5,6)<<endl;

    cout<<"result = "<<result<<endl;

    return 0;

}

Output

Sekian dari review materi pemrograman Terstruktur.

Indah Safitri Karim

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
Indah Safitri Karim
Nama : Indah Safitri Karim Perguruan Tinggi : STMIK HANDAYANI MAKASSAR Umur : 21 Tahun Asal : Palopo
Lihat profil lengkapku

Label

Pemrograman Terstruktur Testing dan Implementasi

Postingan Populer

  • Rancangan Transfer Uang Lewat ATM
    Rancangan Transfer Uang Lewat ATM RANCANGAN PROGRAM ATM 1.       Deklarasikan no pin,sisa,saldo,no rekening ,transaksi pengeluaran,...
  • Makalah Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Dunia Pendidikan
    Assalamualaikum Wr. Wb.....           Ini adalah blog pertamaku... Biasanya sih kalau kebanyakan orang-orang blog pertamanya itu di buat ...
  • Rangkuman Materi Testing & Implementasi
    Nama :  Indah Safitri Karim NPM : 2017020162 Kelas : Ti. D. ( pindah ke kelas ti.B) Definisi Testing Menurut Hetzel 1973: proses pem...

Copyright © 2018 - int dah; - All Rights Reserved - Premium Template By Muh Akram

  • About Me
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Jasa Riview